Monev Dekranasda Denpasar ke Pengrajin, Miliki Ciri Khas, Inovasi Produk Mampu Bersaing

  • 13 Agustus 2019
  • Oleh: Kominfo Denpasar
  • Dibaca: 71 Pengunjung

Aspek budaya dalam kerajinan sangat berpengaruh dan menentukan hasil karya kerajinan dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UKM) serta Industri Kecil Menengah (IKM). Pengaruh alam, iklim, adat istiadat akan memberikan corak tersendiri dalam karya kerajinan. Hal ini menjadi dukungan program Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Denpasar Bersama OPD terkait dalam perkembangan produk kerajinan di Kota Denpasar. Dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) yang rutin digelar Dekranasda Denpasar dalam sinergitas program Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Pariwisata, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Setda Kota Denpasar merangkul tantangan yang dihadapi perajin di Kota Denpasar.

Pada Selasa (13/8) kegiatan monev kembali digelar menyasar tiga perajin di Kota Denpasar. Meliputi produk pakain jadi Body & Mind, produk kerajinan tangan Bali Decoupage dan produk pakaian jadi dari Veel yang melibatkan Kepala Dinas Pariwisata, Dezire Mulyani, Kadis Koperasi dan UKM, Made Erwin Surya Dharma Sena, dan Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam, I Made Saryawan serta anggota Dekranasda Denpasar.

"Produk kerajinan Denpasar kaya ragam, kaya warna, kaya corak yang menjadi ciri khas serta tak terlepas dari inovasi para perajin Denpasar yang mampu membawa produk UKM dan IKM ini mampu bersaing di pasar lokal, nasional dan juga internasional," ujar Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Made Saryawan yang juga selaku Sekrataris Dekranasda Denpasar. Lebih lanjut dijelaskan bahwa kegiatan monev menjadi agenda rutin Dekranasda Denpasar yang dipimpin Ketua Dekranasda Denpasar Ny. I.A Selly Dharmawijaya Mantra dan Wakil Ketua Ny. Antari Jaya Negara untuk mendekatkan pelayanan kepada perajin dan mengetahui kendala dan tantangan yang dihadapi dalam melakukan produksi produk perajin. Seperti permasalahan permodalan, permaslahan bahan baku maupun permasalahn promosi. Dalam kegiatan monev ini kita mengetahui perluasan pasar promosi produk perajin serta langkah-langkah yang telah dilakukan. Kami berharap bersama ciri khas produk perajin Denpasar dapat terus dijaga serta tetap melakukan inovasi yang tentunya melihat persaiangan produk-produk kerajinan hingga pemasaran yang harus tetap dilakukan lewat sinergi bersama.

Kadis Pariwisata, Dezire Mulyani mengatakan dorongan produk dan kemasan inovasi dapat dikerjasamakan dengan Badan Kreatif Denpasar (Bkraf). Kerjasama ini nantinya mampu menonjolkan ciri khas oleh-oleh Denpasar bagi para wisatawan yang berkunjung ke Kota Denpasar. "Produk perajin Denpasar penuh inovasi, dan memiliki ciri khas serta hal ini akan terus kita dorong bersama," ujarnya

Kadis Koperasi dan UKM, Made Erwin Surya Dharma Sena menjelaskan tentan bantuan bagi perajin dalam permodalan, terlebih adanya Kredit Usaha Rakyat (KUR) disalurkan di Kota Denpasar dengan target KUR yang disalurkan tahun lalu sebesar Rp 1,875 triliun yang disalurkan sejumlah bank, yakni Bank BPD Bali, BRI, Bank Mandiri, Bank Bukopin, BCA, BNI dan Bank Arta Graha.

Sementara Arry Budiawan owner dari Bali Decoupage mengucapkan terimakasih kepada Dekranasda Denpasar yang telah memfasilitasi produk kerajinan Denpasar. "Dari masuknya produk kami lewat inisiasi Dekranasda Denpasar membuka peluang pasar begitu besar terkait dengan produk perlengkapan upakara seperti keben decoupage yang sangat digemari masyarakat," ujarnya. (Pur)


  • 13 Agustus 2019
  • Oleh: Kominfo Denpasar
  • Dibaca: 71 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya