Warung Mira Khas Buleleng di Denpasar

  • 11 Februari 2020
  • Oleh: Denpasar Kota
  • Dibaca: 167 Pengunjung

Bila kita berlibur ke Bali, kebanyakan tujuan kita menuju ke daerah Bali selatan karena sebagian besar pantai-pantai indah Bali memang berada di daerah selatan, padahal kuliner di Bali Utara atau tepatnya Buleleng juga tak kalah menarik. Dari Bali Selatan, membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam untuk menuju ke daerah Buleleng. Tapi jangan kuatir, bila anda sedang berlibur di Bali selatan, anda tetap bisa menikmati makanan khas Bali utara tanpa perlu jauh jauh kesana, anda bisa menikmatinya di warung Mira di Denpasar.

Suasana warung yang khas Bali ini menyajikan menu-menu khas Buleleng seperti tipat santok / cantok, jukut undis, plecing kangkung, lak lak, sudang lepet, sate plecing babi, dll. Sayang belayag yang dulunya ada, sekarang sudah tidak nampak lagi di menu.

Apabila anda bingung mau makan apa di warung ini, anda bisa pesan menu paket, di dalam menu paket ini sudah ada nasi putih, sudang lepet (semacam ikan yang dikeringkan, mirip ikan asin tapi tidak terasa asinnya), plecing kangkung dan jukut undis Jukut undis merupakan kuah kacang hitam, kacang hitamnya empuknya pas, kuahnyapun cukup segar dan gurih.

Bila lauknya masih kurang, anda bisa mencoba sate plecing babi (bila anda tidak ada pantangan dengan babi). Karena sate plecing, tentu rasanya sedikit pedas, tapi ini yang menambah nikmat sate babi ini. Rasanya manis pedas, benar-benar mantap. Selain itu anda bisa juga mencoba serapah babi, daging babi yang diberi bumbu kunyit.

Apabila belum puas, anda bisa mencoba tipat santok / cantok, apa sih tipat santok/cantok itu? Tipat santok / cantok mirip dengan gado-gado,bahkan ada menyebut gado-gado Bali. Tipat santok terdiri ketupat/lontong, tauge, kacang panjang, tahu dan tentunya bumbu kacang yang dicampur dengan petis. Kesemuanya diuleg di dalam cobek jadi mirip kalau buat rujak. Ini yang mungkin membedakan dengan gado-gado. Jadi bumbunya benar-benar menyatu dengan isinya,dan tentunya pedas terasa, karena diuleg dengan cabe rawit

Sebagai penutup, anda bisa mencoba Lak Lak, yang sering disebut sebagai jajan pasar khas Bali. Lak-lak berbentuk mirip serabi mini berwarna hijau, penyajiannya dicampur dengan parutan kelapa dan ditaburi dengan gula merah. Woi mantap rasanya. Kamipun sampai memesan kembali jajanan pasar ini.

Bila kurang puas dengan penutupnya, anda bisa mencoba Rujak Buleleng. Rujak satu ini merupakan rujak buah seperti buah pepaya, mangga, nanas, dan timun. Rasanya kecut karena memang ada campuran cuka yang dikombinasikan dengan rasa pedas, rasa pedasnya dasyat, membuat anda akan segar kembali. Jadi jangan lewatkan untuk mencoba rujak Buleleng bila anda ke Bali, rasakan kenikmatan kombinasi kecut dan pedas yang membuat kita berdesis sambil mengkerut menahan kecut dan pedas.

Tempat ini memang bukan berada di jalan utama, untuk mempermudah menuju tempat ini, anda bisa menuju ke Jalan WR Supratman terlebih dahulu, kemudian baru cari jalan Katrangan, warung ini terletak di sebelah kiri jalan apabila masuk dari jalan Wr Supratman.

Warung Mira
Jl. Katrangan No 24
Denpasar Bali

Telp : 0361 – 251 040
0878 619 59313 (Ni Made Masini)

Buka : 09:00 – 18:00 WITA


  • 11 Februari 2020
  • Oleh: Denpasar Kota
  • Dibaca: 167 Pengunjung

Datang & Kunjungi Terkait Lainnya