Laklak Men Gabrug

  • 21 April 2020
  • Oleh: Denpasar Kota
  • Dibaca: 189 Pengunjung

Lain halnya dengan penganan laklak yang di jajakan di festival Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak 3 tahun yang lalu, jajanan laklak di kemas secara apik dan modern oleh Ibu paruh baya bernama men Gabrug, yang berasal dari kabupaten Buleleng.

Penganan laklak Men Gabrug sangat berbeda dengan penganan yang lainya yang dijual di PKB, karena Men Gabrug langsung membuat di lapaknya sehingga laklak Men Gabrug disebut laklak fresh from the oven.

Ternyata jajanan tradisonal Bali ini mendapat respon yang sangat banyak dari para pengunjung PKB, ini terbukti dari banyaknya pembeli yang sampai mengatre untuk dapat menikmatinya.

Laklak Men Gabrug mendapat lokasi yang sangat strategis berada di depan gedung Ksirarnawa Art Center Denpasar, sehingga setiap pengunjung PKB pasti dapat melihat dan tertarik untuk mencoba jaje laklak Men Gabrug.

Keunikan dari stand laklak Men Gabrug ini ada pada proses pembuatan. Penganan jaje laklak Men Gabrug dibuat langsung dengan mengunakan tungku tradisional dari batu bata dengan bahan bakar menggunakan kayu kopi dan cetakan loyang jajanan laklak menggunakan cetakan yang berbahan dari tanah liat.

Menurut Men Gabrug rasa laklak akan sangat berpengaruh dari alat masak yang digunakan, tentunya bahan yang dipakai juga sangat mempengaruhi kualitas rasa dari jajanan laklak.

Bahan adoanan dari jajanan laklak antara lain tepung beras, santan,garam, air daun suji dan air daun pandan. Setelah matang diatasnya ditaburi parutan kelapa dan gula aren yang sudah direbus dengan sedikit air.

Men Gabrug bisa menghabiskan adonan laklak 25-30 kg dalam sehari selama pesta kesenian Bali berlangsung, ini membuktikan penganan tradisional jajanan laklak masih eksis sampai sekarang ditengah persaingan penganan modern yang dijual di beberapa tempat di Bali.


  • 21 April 2020
  • Oleh: Denpasar Kota
  • Dibaca: 189 Pengunjung

Datang & Kunjungi Terkait Lainnya