108 Pemangku Dan 88 Serati Ikuti Pelatihan Di Pura Puseh Denpasar

  • 10 September 2019
  • Oleh: Denpasar Kota
  • Dibaca: 79 Pengunjung

Acara Pendidikan dan Pelatihan Kepemangkuan dan  Serati (Pakar Upakara) Tingkat Pemula Kota Denpasar  diadakan selama 3 bulan, 7 September hingga 30 November  2019.  Kegiatan ini dihadiri Kadis Kebudayaan I Gusti Bagus Mataram, Katua PHDI Kota Denpasar I Nyoman Kenak, Camat Denpasar Barat AA Wijaya, Bendasa Adat Denpasar, AA Rai Sudarma beserta tamu undangan lainnya.

Kepada para peserta, Ketua PHDI Nyoman Kenak menekankan terdapat tiga hal yang dijadikan kerangka dasar dalam menjalani kewajiban sebagai pemangku, yakni tatwa, susila dan acara. Melalui pelatihan ini, Kenak berharap para pemangku mendapat informasi dan pemahaman tentang kepemangkuan dan serati, sehingga juga mampu memberi penjelasan kepada umat. "Soal acara maupun upacara sudah biasa bagi pemangku dan serati, yang perlu ditekankan adalah susila atau tingkah lakunya," terangnya.  

Kata dia, pelatihan ini sangat membantu PHDI dalam upaya menjabarkan nilai-nilai keagamanaan kepada masyarakat. Agar mendapat informasi yang sesuai dengan visi misi PHDI, pihaknya berharap agar narasumber yang dipilih relevan dengan materi yang dibutuhkan. Bagi dia, narasumber tidak berpatokan dengan status spiritual seseorang, antara welaka maupun sulinggih. "Yang pasti apa yang dijabarkan tidak bertentangan dengan sastra yang ada," imbuhnya.

Kepala Dinas Kebudayaan Pemerintah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Bagus Mataram mengatakan, dalam visi Kota Denpasar berwawasan budaya,  jati diri masyarakat  Kota Denpasar yang berwawasan budaya melalui  Pendidikan dan Pelatihan Kepemangkuan dan Serati (Pakar Upakara) tingkat pemula di Kota Denpasar yang diadakan Yayasan Dharma Bakti “Pemerintah Kota Denpasar sangat mengapresiasi diklat kepemangkuan dan serati banten semoga kedepanya lebih di tingkatkan dan bisa bekerjasama dengan pemerintah Kota Denpasar untuk meningkatkan SDM pemangku di Kota Denpasar. Diklat kepemangkuan dan diklat serati banten bisa bersinergi dengan pemerintah kota pada saat piodalan di Pura  yang ada di Kota Denpasar

Ketua Panitia dan selaku Ketua Yayasan Dharma Bakti  Ketut Sudana mengatakan   acara  Pendidikan dan Pelatihan Kepemangkuan dan  Serati Tingkat Pemula yang pertama diadakan yayasan memiliki tiga bidang antara lain Pendidikan, Keagamaan dan Sosial. Yayasan Dharma Bakti baru terbentuk 2 bulan yang lalu kegiatan pertama yang dilakukan di bidang pendidikan membuat pendidikan Kepemangkuan dan serati Pemula.

“Harapan saya acara ini bisa mengajak kaum generasi muda melaksanakan upacara dan upakara yang baik dan benar, " ujarnya. Adapun materi yang diajarkan untuk kepemangkuan antara lain kuliah umum, sukertaning kepemangkuan, siwa sidanta, teknik mebajran, asta kosala kosali, siwa sidanta, praktek nganteb, fungsi dan makna caru, tatwa, fungsi dan makna berbagai jenis ayaban, teori dharma wacana, praktek dharma wacana, Sansekerta, wariga, praktek nganteb, teori topeng sidakarya, praktek topeng sidakarya, dan materi untuk serati antara lain kuliah umum, sukertining pemangku lan tapini, filsafat banten, tetandingan upakara dan upacara piodalan, fungsi dan makna pedatengan dan panggungan, fungsi dan makna sarana upakara piodalan, fungsi dan makna jenis pengresikan, fungsi dan makna caru, tatwa, fungsi dan makna jenis ayaban, teori dharma wacana, praktek dharma wacana, peraktek pembuatan biyakawon dan  duwurmanggala, praktek pembuatan prayascita pengulapan dan lis gede, teori dan praktek pembuatan pejati lan suci, peraktek ayaban dan tumpeng, praktek astangga yoga, praktek pembuatan sesayut pokok, praktek pembuatan ayaban undel kurenan, praktek pembuatan pedatengan banten ring panggungan dan penyamblehan.

"Saya berharap dengan adanya acara seperti ini bisa menambah wawasan kepemangkuan dan serati banten di kota Denpasar. Saya berharap dengan kepelatihan kepemangkuan bisa melaksanakan upacara di tingkat pemerajan begitu juga para serati bisa membuat upakara dan banten untuk di rumah dan kedepan yayasan ini kita akan buat acara seperti ngaben massal, mepandes massal, dan membuat sanggar seni, dan lainnya," ujarnya.


  • 10 September 2019
  • Oleh: Denpasar Kota
  • Dibaca: 79 Pengunjung

Datang & Kunjungi Terkait Lainnya