Peringatan Puputan Badung Siap Digelar

  • 12 September 2017
  • Oleh: kominfo
  • Dibaca: 534 Pengunjung
Peringatan Puputan Badung Siap Digelar

Peringatan Puputan Badung kembali digelar Pemkot Denpasar dengan berbagai agenda budaya. Memasuki peringatan Puputan Badung Ke-111 Tahun 2017 dengan kolaborasi kegiatan Mahabandana Prasada dan gelaran budaya Banjar Tainsiat Desa Dangin Puri Kaja Kecamatan Denpasar Utara.

Pembahasan persiapan berbagai agenda tersebut dilakukan pada Selasa (12/9) dipimpin Plt. Dinas Kebudayaan Kota Denpasar I Nyoman Sujati. Hadir juga dalam pertemuan tersebut salah satu penglingsir Puri Agung Denpasar A.AN Agung Wira Bima Wikrama, Kelihan Banjar Tainsiat, Sekaa Teruna Yowana Saka Bhuwana Banjar Tainsiat, OPD terkait Pemkot Denpasar, dan seniman Denpasar I Nyoman Yampung.

I Nyoman Sujati mengatakan peringatan Puputan Badung kembali digelar di Catus Pata Banjar Tainsiat sebagai kawasan yang pernah terjadi peristiwa heroik Puputan Badung. Kolaborasi pelaksanaan kegiatan ini juga digelar dengan prosesi Mahabandana Prasada yang telah menjadi agenda rutin tahunan dengan berbagai kegiatan budaya. Hal ini juga menurut Sujiati telah menjadi komitmen Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota I GN Jaya Negara memberikan pemaknaan semangat heroik Puputan Badung dengan gelaran kegiatan budaya. Pembukaan Mahabandana Prasadha dan Peringatan Puputan Badung pada tanggal 20 September 2017 dipusatkan di Catus Pata Banjar Tainsiat dari Pukul 15.30. Prosesi pembukaan akan diisi dengan melantunkan Tembang Sekar Alit Karya Sastra Cokorda Mantuk Ring Rana, Fragmen Tari Perang Puputan Badung 1908, Prosesi Keris Pusaka, dan Prosesi Grebek Aksara. ''Prosesi iring-iringan mengambil start dari kantor Walikota Denpasar menuju kearah Jalan Veteran dan melakukan atraksi di Catus Pata Banjar Tainsiat,'' ujarnya, sembari mengatakan agenda telah dimulai dari tanggal 17 September 2017 yang dilanjutkan dengan Parade Gong Kebyar di Lapangan Puputan Badung, I Gusti Ngurah Made Agung.

A.AN Agung Wira Bima Wikrama mengatakan Puputan Badung sebuah peristiwa heroik yang ditunggu-tunggu oleh seorang kesatria melawan penjajahan. Sehingga prosesi ini dianggap sebagai prosesi yadnya menuju nirwana yang juga akan diisi dengan pelaksanaan renungan suci pada tanggal 19 September di Jaba Pura Satrya Denpasar. Hal ini tak terlepas dari Peringatan Puputan Badung penuh dengan keagungan sebagai sebuah ritual kegamaan sesuai dengan sastra. Sehingga pada kegiatan ini masuk dengan proses sastra dalam gelaran Mahabandana Prasada.

Sementara Kelihan Adat Banjar Tainsiat I.B Gede Suryadharma mengatakan pelaksanaan Peringatan Puputan Badung kembali digelar Banjar Tainsiat yang tahun ini memasuki tahun ke-4. Sinergitas pelaksanaan peringatan ini menjadi sebuah peringatan bagi seluruh masyarakat Kota Denpasar. Garapan kegiatan budaya Peringatan Puputan Badung tahun ini dilaksanakan  Sekaa Teruna Yowana Sakha Buwana Banjar Tainsiat selama dua hari dari tanggal 20-21 September mendatang. Kegiatan meliputi Lomba Utsawa Dharma Gita, Lomba Nyurat Aksara Bali, Lomba Penjor, Gebogan, dan juga dimeriahkan dengan group band lokal. ''Kami mengucapkan terimakasih kepada Pemkot Denpasar telah menjadikan Peringatan Puputan Badung di Banjar Tainsiat kalender event Denpasar,'' ujarnya.  (Pur)

  • 12 September 2017
  • Oleh: kominfo
  • Dibaca: 534 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Berita Lainnya