Makna Ngurek Atau Ngunying Di Bali

  • 06 Maret 2017
  • Oleh: kominfo
  • Dibaca: 59 Pengunjung
Makna Ngurek Atau Ngunying Di Bali

Ngurek berasal dari kata ‘urek’ yang berarti lobangi atau tusuk, jadi Ngurek dapat diartikan berusaha melobangi atau menusuk bagian tubuh sendiri dengan keris, tombak atau alat lainnya saat berada dalam kondisi kerasukan/kerauhan (trance)

Munculnya Tari Ngurek atau 
Tari Ngunying adalah sebuah tarian yang menunjukkan kedigdayaan para prajurit pada jaman kerajaan dan juga bertujuan untuk menunjukkan rasa syukur kepada Sang Hyang Wenang yang telah memberikan Anugerah

Secara garis besar prosesi Ngurek atau Ngunying terbagi menjadi tiga yang terdiri dari:
Nusdus adalah merangsang para pelaku ngurek dengan asap yang beraroma harum menyengat agar segera kerasukan.
Masolah merupakan tahap menari dengan iringan lagu-lagu dan koor kecak atau bunyi-bunyian gamelan
Ngaluwur berarti mengembalikan pelaku ngurek pada jati dirinya

Masuknya roh kedalam diri para pengurek ini ditandai oleh keadaan: badan menggigil, gemetar, mengerang dan memekik, dengan di iringi suara gending gamelan, para pengurek yang kerasukan, langsung menancapkan senjata, biasanya berupa keris pada bagian tubuh di atas pusar seperti dada, dahi, bahu, leher, alis dan mata, walaupun keris tersebut ditancapkan dan ditekan kuat kuat secara berulang ulang, jangankan berdarah, tergores pun tidak kulit para pengurek tersebut, roh yang ada didalam tubuh para pengurek ini menjaga tubuh mereka agar kebal, tidak mempan dengan senjata

Tradisi Ngurek ini merupakan kebiasaan masyarakat Bali, dimana saat upacara mengundang roh leluhur dilakukan, para roh diminta untuk berkenan memasuki badan orang-orang yang telah ditunjuk, dan menjadi sebuah tanda, bahwa roh-roh yang diundang telah hadir di sekitar mereka. Tradisi Ngurek juga dipercaya, untuk mengundang Ida Bhatara dan para Rerencangan (prajurit beliau) berkenan menerima persembahan ritual saat upacara

Fotodue; @komang_andika
Sumber ; dikutip dari Tradisi Ngurek di Bali

#infobudayabali #baliyangbali #Ngurek#Ngunying #Adat #Tradisi

  • 06 Maret 2017
  • kominfo
  • Dibaca: 59 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Berita Lainnya