Tradidi Ngelawang Di Bali

  • 15 Maret 2017
  • Oleh: kominfo
  • Dibaca: 38 Pengunjung
Tradidi Ngelawang Di Bali

Om Swastiastu Semeton, Ngelawang berasal dari kata lawang yang berarti pintu, rumah ke rumah atau dari desa ke desa. Ngelawang biasanya dilakukan pada hari raya Galungan Kuningan serta hari Baik tertentu yg ditetapkan oleh masing-masing Desa. Dalam lontar “Barong Swari” diceritakan bahwa Betara Siwa mengutuk Dewi Uma turun ke dunia menjadi Dewi Durga. Selama berada di dunia, Dewi Durga melakukan tapa semadi. Diceritakan, saat Dewi Durga bersemadi menghadap ke arah utara, maka muncullah wabah penyakit yang disebut gering lumintu. Wabah mematikan ini menyerang sekalian manusia penghuni dunia.


Lalu, ketika Dewi Durga bersemadi menghadap ke barat, munculah wabah penyakit yang disebut gering hamancuh. Ketika bersemadi menghadap ke selatan, muncul wabah gering rug bhuana. Dan saat bersemadi menghadap ke timur, terjadilah wabah gering muntah mencret. Hal ini membuat gundah Sang Hyang Tri Murti (Brahma, Wisnu, dan Siwa). Beliau kemudian turun ke dunia dan masing-masing berubah wujud. Betara Brahma menjadi topeng bang, Wisnu berubah wujud menjadi telek, dan Siwa menjadi barong. Tujuan dari barong ngelawang itu, di samping untuk mengusir penyakit (gering), juga dimaksudkan untuk merayakan kemenangan dharma melawan adharma.

photo:  @anommanikagung

sumber : infobudayabali (instagram)
 

  • 15 Maret 2017
  • kominfo
  • Dibaca: 38 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Berita Lainnya