Maskot

  • Dibaca: 255 Pengunjung

 

 


 BUNGA JEMPIRING MASKOT DENPASAR

Menjadikan bunga jempiring sebagai Maskot Kota Denpasar dicetuskan pertama kalinya oleh Bapak Walikota Denpasar A.A Puspayoga pada saat syukuran dan malam hiburan memperingati Dasa Warsa Kota Denpasar, tanggal 27 Pebruari 2002 bertempat di Lapangan Puputan Badung.

 

Tempat yang bersejarah bagi masyarakat Denpasar dahulu Badung, karena di tempat ini pulalah terjadi peristiwa Puputan Badung 96 tahun silam. 
Di tempat yang bersejarah ini pula tepatnya pada pukul 17.30 Wita dicetuskan untuk pertama kalinya ide menjadikan bunga jempiring sebagai Maskot Kota Denpasar. Tentu dengan harapan disosialisasikan dan diusahakan ditanam di setiap pekarangan rumah tangga warga Kota Denpasar.

Alasan dijadikan jempiring sebagai Maskot Kota Denpasar karena bunganya berwarna putih bersih dan harum, daunnya berwarna hijau dan bisa dipakai obat (loloh) untuk penyembuhan panas dalam dan sangat gampang tumbuhnya serta sangat tepat diusahakan untuk tanaman penghijauan. Disamping itu jempiring juga memiliki nilai artistik yang tinggi dan nilai ekonomis karena bunganya dapat dijual untuk kepentingan upakara.

Kalau jempiring direfleksikan pada diri manusia, bunga yang putih bersih melambangkan kesucian atau kejernihan fikiran dan perbuatan yang jujur, bunga yang harum memberi daya tarik pada setiap insan sebagai simbul kewibawaan dan taksu, serta daunnya yang berwarna hijau melambangkan kesejukan atau ketentraman hati.

Semua ini sebagai perlambang untuk menuntun kita selalu mengusahakan yang terbaik, untuk diri kita sendiri, orang lain, lingkungan dan Kota Denpasar.

S e m o g a


 
 ARTIKEL BUNGA JEMPIRING
 
  • Dibaca: 255 Pengunjung