Kondisi Kemasyarakatan

  • Dibaca: 255 Pengunjung
 
 KONDISI KEMASYARAKATAN
 
   A.   Sektor Penduduk dan Ketenagakerjaan
     Menurut regestrasi penduduk Kota Denpasar sesuai dengan hasil Sensus pada tahun 2010 berjumlah 788.445 Jiwa. Tahun 2010 angkatan kerja di Kota Denpasar sebanyak 310.832, dengan rincian 9.506 orang terserap di sektor pertanian, 35.245 terserap di sektor industri, 127.581 terserap di sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran, 20.816 di sektor Transportasi, 17.026 terserap di sektor Konstruksi dan 100.658 di sektor jasa-jasa lainnya. Ditinjau dari pendidikan kualitas pencari kerja di Kota Denpasar semakin meningkat karena dari jumlah pencari kerja yang terdaftar di dominasi oleh lulusan Sarjana 42,90 %, Diploma 21,75 %, SLTA 34,17 %, SLTP 1,02 % dan SD 0,25 %. 

Sebagian besar penduduk yang bekerja memiliki lapangan usaha utama pada sektor jasa sebesar 48,98%, sektor perdagangan 32,25% sektor pertanian 4.22% serta sektor lainnya 0,57%. Sampai akhir tahun 2008 tercatat secara komulatif pencari kerja sebanyak 4.588 orang dan lowongan kerja yang ada 2650 (baik dalam maupun luar negeri).
  
B.  

Sektor Transportasi
    

Jaringan jalan sebagai prasarana menggerakkan barang-barang, orang dan kendaraan yang mempunyai peranan penting dalam pegembangan suatu kota. Kebijaksanaan pembangunan di sub sektor perhubungan darat diarahkan pada usaha peningkatan prasarana jalan, jembatan KIP, trotoar, rambu-rambu jalan dan terminal. Mengenai jalan yang ada di Kota Denpasar terdiri dari jalan nasional, provinsi dan jalan kota. Panjang jalan negara/nasional 53.54 km, jalan provinsi sepanjang 19.62 km, jalan kota sepanjang 69.71 km. Jalan utama 142.87 km dan jalan sekunder 356.04 km. Panjang keseluruhan mencapai 487.710 km dengan kondisi beraspal 400.36 km dan yang belum beraspal 57.64 km, jalan swadaya mulai digalakkan selama 4 tahun terakhir dan telah mencapai 83.803 km (17,18%). Jumlah jembatan sebanyak 113 buah. Pertumbuhan kendaraan yang sangat pesat tidak sebanding dengan pertambahan ruas jalan baru sehingga melebihi daya tampung kapasitas jalan. Pertambahan kedaraan per tahun mencapai 14 % sedangkan panjang jalan hanya 3,6% per tahun. Disamping sarana jalan, untuk memperlancar layanan publik di Kota Denpasar terdapat beberapa terminal angkutan sebagai berikut :
 

  Jenis Lokasi Luas (M2) Tipe
1. Terminal Bus Ubung 15.000 A
2. Terminal Angkot Tegal 3.061 B
3. Terminal Angkot Wangaya 2624 B
4. Terminal Angkot Kreneng 3276 C
5. Terminal Truk/Cargo G.Galunggung 6.200 C

Pada sub sektor perhubungan laut dimana pelabuhan benoa merupakan satu-satunya pelabuhan di Kota Denpasar sebagai sarana yang sangat vital sebagai urat nadi yang menghubungkan propindi Bali dengan daerah-daerah urat nadi di Indonesia dan luar negeri. Arus lalu lintas barang perdagangan untuk Bali terutama BBM masuknya melalui pelabuhan Benoa. Selama periode tahun 2009 armada kapal yang singgah dipelabuhan Benoa sebanyak 71 unit yang terdiri dari 55 unit kapal samudra dan 16 unit kapal pariwisata.   
  
C.  

Kesehatan dan Keluarga Berencana
    

Pembangunan di bidang kesehatan di Kota Denpasar dapat dikatakan telah mencapai sasaran. Hal ini tercermin dengan semakin meningkatnya derajat kesehatan masyarakat seperti angka kematian Bayi hanya mencapai 5,23 per seribu kelahiran. Berdasarkan Pantauan Status Gizi (PSG) status gizi buruk mencapai 0,31%. Jumlah puskesmas 10 buah dan 27 buah pembantu dan 54 klinik KB yang ditangani sekitar 142 orang paramedis. Selain puskesmas di kota Denpasar juga terdapat 18 Rumah sakit terdiri dari 4 Rumah sakit pemerintah. 15 Rumah sakit swasta dan 1 buah Rumah Sakit Angkatan Darat. Jumlah Dokter saat ini 1378 orang terdiri 756 Dokter umum dan sisanya 622 dokter ahli. Jumlah apotik mencapai 194buah. Jumlah posyandu mencapai 431 buah. 

Jumlah penduduk yang banyak akan menjadi beban dalam pembangunan bilamana tidak ditangani secara cermat dan tepat. Program keluarga berencana adalah salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah kependudukan dan untuk mewujudkan terciptanya norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera. 

Menurut registrasi jumlah penduduk kota Denpasar dan sesnsus penduduk tahun 2010 berjumlah 788.445 jiwa dengan tingkat pertumbuhan sebesar 6,56 %. Rata-rata tingkat kepadatan pendudukan mencapai 4.465 orang/km2. angka kelahiran kasar mencapai 8,8 per seribu penduduk. Upaya yang yang dilakukan pemerintah dalam menekan jumlah penduduk seperti keluarga berencana. Saat ini peserta KB aktif mencapai 59.241 peserta..Disamping itu Pemda Kota Denpasar juga giat mengentaskan keluarga-keluarga Pra KS. Pada tanggal 8 Agustus 1996 Kota Denpasar telah bebas KS 1 yang merupakan daerah yang pertama bebas KS 1 Di Indonesia. Sedangkan KS II berhasil dientaskan pada tanggal 27 Mei 1997.  

  
D.  

Sektor Agama
    

Pembangunan di bidang Agama dan kepercayaan terhadap tuhan Yang Maha Esa diarahkan untuk mewujudkan kerukunan hidup antar umat beragama dalam upaya memperkokoh persatuan dan kesatuan serta kesadaran berbangsa dan bernegara sehingga tercipta suasana kehidupan beragama yang penuh keimanan ketaqwaan dan makin meningkatnya peran serta umat dalam pembangunan. 
Penduduk Kota Denpasar terdiri dari pemeluk Agama Hindu 426.928 orang, Agama Islam 135.854 orang, Agama Kristen Katolik 13.914 orang, Kristen Protestan 19.215 orang dan yang beragama Budha 9.153 orang. 
Sampai saat ini di wilayah Kota Denpasar terdapat tempat peribadatan yang terdiri dari 7 buah Pura Dang Kayangan, 105 Pura Kayangan Tiga, 39 Masjid, 38 Gereja Kristen Protestan, 3 buah Gerja Katolik dan 8 buah Vihara.  

  
E.  

Hukum, Ketentraman dan Ketertiban
    

Pemerintah Kota Denpasar terus berupaya untuk meningkatkan pelaksanaan ketentraman dan ketertiban yaitu dengan dengan mengintensifkan operasi yustisi terhadap beragam bentuk pelanggaran yang dilakukan warga yang tidak mematuhi aturan berlaku di Kota Denpasar. Kepastian hukum ketertiban dan keadailan dapat menjadi pengayom serta dapat memberikan rasa aman dan tentram kepada masyarakat terus ditingkatkan sehingga dapat mendorong kreatifitas dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. 
Usaha yang ditempuh untuk mewujudkan hal tersebut dilakukan dengan : 
- Penyuluhan hukum 
- Pembuatan sarana dan prasarana hukum 
- Penerapan dan penegakkan hukum 
- Pembinaan peradilan 

Dalam penegakan penertiban dan ketentraman sudah tentu didukung peraturan-peraturan. Sampai saat ini Pemerintah Kota Denpasar sudah berhasil menetapkan 97 buah Perda, 3.523 Keputusan Walikota dan 12 Instruksi Walikota. Adapun hasil-hasil kegiatan ketertiban tahun 2009 adalah sebagai berikut : 
- Penertiban papan reklame 241 buah 
- Penertiban sampah 26 buah 
- Limbah pencemaran lingkungan 16 buah. 
- Penertiban penduduk liar 891 orang 
- Penertiban gelandangan dan pengemis 108 orang 
- Penertiban WTS dan Waria 78 orang 
- Penertiban hewan liar 9 ekor 
- Penertiban galian golongan C, 4 buah 
- Penertiban cuci kendaraan 9 buah 
- Penertiban parkir atau bongkar muat barang 95 buah. 

Semua pelanggar yang berhasil ditertibkan, selanjutnya diajukan ke sidang pengadilan dengan dakwaan melanggar Perda No 15 tahun 1993 Yo Perda No 3 tahun 2000 tentang kebersihan dan ketertiban umum.sedangkan sanksi yang dijatuhkan pada pelanggar, masing-masing diancam hukum denda maksimal Rp 5.000.000,- atau hukuman kurungan maksimal 3 bulan penjara sesuai dengan Perda tersebut diatas.

  
F.  

Sektor Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Menuju Pelayanan Prima
    

Konsekuensi Denpasar sebagai Ibu Kota Propinsi Bali dan juga merupakan salah satu tujuan wisata sehingga berdampak pada pertumbuhan penduduk dan pembagunan prasarana yang cukup pesat sehingga menjadikan Kota Denpasar memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi. Guna meminimalkan tingkat kerawanan di Kota Denpasar berbagai usaha telah dilakukan Pemerintah Kota Denpasar. Usaha-usaha tersebut diantaranya membangun Pos Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu {Safe Community} yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat terutama terutama kecepatan dan ketepatan pertolongan terhadap musibah kebakaran, kecelakaan lalu lintas, banjir dan lain-lain. Usaha lain yang yang tidak kalah pentingnya dilakukan Pemerintah Kota Denpasar guna memberikan kenyamanan pada wisatawan dengan memasang CCTV di wilayah Sanur. CCTV yang dipasang di 18 titik bekerjasama dengan Yayasan Pembangunan Sanur {YKP} diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman pada wisatawan. 

Disamping memberikan pelayanan keamanan yang prima bagi masyarakat dan wisatawan, Pemerintah Kota Denpasar juga memberikan pelayanan yang perima pada sektor peizinan dengan merevitalisasi Unit Pelayanan Terpadu {UPT} dan ditingkatkan statusnya menjadi Dinas Perijinan. Dengan adanya Dinas Perijinan semua jenis ijin akan dilayani di Dinas Perijinan atau One Stop Service. Dinas Perijinan ini didukung dengan penerapan sistem teknologi informasi yang canggih. Penerapan teknologi informasi diharapkan terjadi peningkatan kualitas pelayanan publik yang berujung pada peningkatan kepuasan masyarakat. Terkait dengan pelayanan yang prima, Dinas Perijinan nantinya akan dihungkan secara on-line dengan dinas-dinas terkait.

  
G.  

Sektor Media Masa
     Bagian Humas Sekretariat Kota Denpasar
Radio Pemerintah Kota Denpasar (RPKD FM) 91.45 FM
Alamat : Jl. Gajah Mada No. 1 Denpasar
Website : www.denpasarkota.go.id
Email : kominfo@denpasarkota.go.id
Telp : 0361 - 234 831
  • Dibaca: 255 Pengunjung