“Meme Dewa Ratu” konsep ogoh-ogoh dari banjar Gemeh

  • 10 Maret 2020
  • Oleh: Berita Bali
  • Dibaca: 1204 Pengunjung

Meniti awal kehidupan tercipta, kenyataan sejarah tak pernah ingkar , Sang Kala telah menetapkan takdir bahwa segala yang hidup terikat unsur Bhuta dan segala yg terikat Bhuta pasti akan mati., dimulai dari perjalanan dalam bentuk sel, unsur Pradana (kewanitaan) memang telah dipuja dan dimuliakan, dari 300 juta sel hanya yg tercepat dan terkuat yg diterimaNya .

ketika unsurnya membentuk badan maka dia sebagai Semesta Bhuana disebut Pertiwi, ketika raja adalah pemimpin maka Ratu adalah pemegang kuasa yg tak tersentuh perebutan kuasa didalam pemerintahan yg disebut Karatuan (keraton), hingga sebagai asal sebuah keturunan akan ditemui pula nama nya di Pura Ibu (paibon). Saat kemuliaanya diredupkan, dunia menjadi tak seimbang, semua menjadi timpang dan tanpa tujuan , bahkan keteguhan tak berdiri tegak., namun dengan penuh kesadaran sebagai buah yg tumbuh di hati , maka aku berjanji untuk kembali menjadi cerdas dan kuat dalam mempelajari dan meraih surga di kakinya kembali.

Dalam hidupku di Dunia ...lbu kulinggihkan Suci Mulia , dan ketika semua yg terjadi diluar kehendak serta kuasa ...Kasembah Ibu sebagai pelindung... Sang sane kasengguh “Meme Dewa Ratu “
Rahayu.


  • 10 Maret 2020
  • Oleh: Berita Bali
  • Dibaca: 1204 Pengunjung

Seni Budaya Terkait Lainnya