Tapel Ogoh-ogoh Tedung Agung

  • 10 Maret 2020
  • Oleh: Berita Bali
  • Dibaca: 432 Pengunjung

 

Diskusi mengenai Filosofi Tedung Agung... Tedung Agung merupakan konsep ogoh2 yang jika diambil maksud filosofinya merupakan penyeimbang dunia. Jika dikaitkan dengan situasi kekinian maka Tedung Agung ini sejalan dengan Konsep kosmologi Tri Hita Karana yang merupakan falsafah yang dapat memayungi atau melindungi dan melestarikan keaneka ragaman budaya dan lingkungan di tengah derasnya hantaman globalisasi dan homogenisasi tanpa mengenyampingkan nilai-nilai ketuhanan

Selain itu, jika Tedung dilihat dari konsep kepemimpinan, Tedung itu sendiri melambangkan sosok yang mengayomi masyarakatnya dan jari2 yang mengembang pada setiap Tedung merupakan melambangkan gotong royong yang terfokus pada satu poros yang merupakan satu titik tujuan. Bulat pada Tedung merupakan falsafah dari keseimbangan tiga hubungan manusia dalam kehidupan di dunia ini yang meliputi hubungan dengan sesama manusia, hubungan dengan alam sekitar, dan hubungan dengan ke Tuhan yang saling terkait satu sama lain. Inti dari konsep ini dimana pelaksanaannya harus seimbang, selaras antara satu dan lainnya sehingga mampu membentengi diri dari sifat2 hidup manusia yang modern yang lebih mengedepankan individualisme dan materialisme. .
Begitu juga sebaliknya, SIFAT KEMURKAAN TEDUNG AGUNG akan muncul apabila manusia dalam menjalankan hidupnya tidak berlandaskan atas nilai-nilai kemanusiaan yang selalu astiti bakti terhadap Tuhannya , tidak menjaga kelestarian lingkungannya serta selalu berkonflik antar sesamanya sehingga secara tidak langsung akan menyebabkan bencana di dunia
 


  • 10 Maret 2020
  • Oleh: Berita Bali
  • Dibaca: 432 Pengunjung

Seni Budaya Terkait Lainnya