Museum le mayeur

  • 13 Agustus 2018
  • Dibaca: 201 Pengunjung
Museum le mayeur

Museum le mayeur

Museum Le Mayeur merupakan salah satu obyek wisata yang terletak di jalan hang tuah Sanur kaja, Denpasar selatan, Bali. Museum ini buka setiap hari mulai dari pukul 08:00 hingga 15:30 terkecuali hari jumat yang buka puk 08:00 sampai pukul 12:30.

Nama museum ini di ambil dari nama bekas pemiliknya "adrien jean le mayeur de merpres". Yang merupakan seorang pelukis asal bruxelles, belgia, yang datang ke bali pada tahun 1932.

Di museum ini pengunjung bisa merasakan indahnya seni lukis peninggalan Le Mayeur. Di sini terdapat beragam lukisan mulai dari kehidupan sang istri Ni Pollok hingga keindahan alam Sanur dijadikan lukisan.

Lukisan Le Mayeur dibagi menjadi lima jenis koleksi berdasarkan media yang dipakai, yaitu bagor, hard boeard, triplek, kertas, dan kanvas. Sebagian besar tema lukisannya adalah perempuan Bali dengan bertelanjang dada.

Lukisan tertua di Museum Le Mayeur tercatat pada tahun 1921 dan termuda adalah pada tahun 1957 sebelum beliau meninggal pada tahun 1958.

Tak hanya hasil karya beliau di bali, terdapat juga beberapa hasil karya beliau yang berasal dari luar bali. Yaitu dari Eropa, Afrika, India, Italia dan Perancis sebelum tiba di Bali.

Di Museum Le Mayeur sendiri memiliki beberapa ruang yang mamiliki fungsi yang berbeda. Misalnya, ruang pertama yang merupakan bekas ruang tamu untuk menerima sahabat kenalan, pengunjung maupun pejabat pemerintahan yang datang menikmati lukisan. Presiden Soekarno pun pernah singgah di ruangan ini pasca menjadi museum.

Ruangan kedua adalah tempat buku-buku bacaan pribadi. Selain itu, juga berguna sebagai tempat menerima keluarga atau teman dekat yang datang dari jauh dan menginap untuk sementara waktu.

Di ruang ketiga, lebih luas dibanding ruangan lain adalah bekas studio tempat Le Mayeur melukis Ni Pollok sebagai model lukisannya. Ruangan ini sering digunakan terutama menjelang penyerahan untuk melengkapi koleksi lukisan yang dianggap kurang untuk dijadikan museum.setelah menjadi museum ruangan ini sering dijadikan tempat menerima pengunjung yang ingin makan dan minum bersama ni pollok. karena dianggap mengganghu keselamatan koleksi lukisan makan dibangun tempat khusu yang bernama cafe bali night yang terletak di halaman sebelah timur museum.

di ruang keempat yang cenderung kecil adalah tempat tidur Ni Pollok dan Le Mayeur. Mereka sangat senang tidur di sini dan tak pernah pindah hingga Le Mayeur berbaring menunggu hari keberangkatannya ke Belgia untuk berobat.

Di bagian luarnya terdapat bangunan beraksitektur khas Bali. Dan juga terdapat sebuah kolam yang dikeliling patung patung dan juga terdapat patung adrien jean le mayeur de merpres dengan istrinya ni pollok. Di depan pintu masuk terdapat sebuah pura kecil yang berdiri.

  • 13 Agustus 2018
  • Dibaca: 201 Pengunjung

Datang Kunjungi Tapin Terkait Lainnya

Cari Datang Kunjungi Tapin