Suasana Jalan Thamrin Denpasar Tahun 1980an.

  • 23 Maret 2019
  • Dibaca: 49 Pengunjung
Suasana Jalan Thamrin Denpasar Tahun 1980an.

Berdasarkan perubahan tahun 1964, nama jalan di Denpasar ditata menjadi empat sektor, yaitu sektor satu di Timur Laut menggunakan nama buah; sektor dua di Tenggara menggunakan nama pahlawan; sektor tiga di Barat Daya nama pulau/gunung; dan di Barat Laut menggunakan nama kesenian. Yang dimaksud dengan nama kesenian adalah seni pertunjukan seperti Gambuh dan Parwa, bukan nama seniman.

Perubahan nama jalan disosialisasikan di surat kabar Suara Indonesia (nama lama Bali Post) secara bersambung mulai edisi 29 Mei 1964 (di halaman depan dan kemudian di halaman dalam). Saat itu banyak jalan yang mengalami perubahan nama, perkecualian terjadi untuk Jalan Gajah Mada.

Nama jalan yang mengalami perubahan adalah: Jl. Parwa menjadi Jl. Imam Bonjol; Jl. Gambuh menjadi Jl. Thamrin; Jl. Padangsambian menjadi Jl. Gunung Agung; Jl. Artja menjadi Jl. Sutomo; Jl. Majapahit menjadi Jl. Udayana; Jl. Kartini menjadi Jl. Kaliasem (sementara Jl. Kartini juga ada); Jl. Satria menjadi Jl. Kedongdong; Jl. Puputan menjadi Jl. Belimbing.

Jalan Kepundung dulu namanya adalah Jl. Kalanganyar; sedangkan Jl. Nangka dulunya bernama Jl. Bali (kini Jl. Bali berada di daerah Sanglah). 

Via :sejarahdenpasar

  • 23 Maret 2019
  • Dibaca: 49 Pengunjung

Datang Kunjungi Denpasar Terkait Lainnya

Cari Datang Kunjungi Denpasar