Ibu-Ibu Duduk Di Ruang Tunggu Balai Pengobatan Di Kesiman Denpasar, Tahun 1971.

  • 23 Maret 2019
  • Dibaca: 18 Pengunjung
Ibu-Ibu Duduk Di Ruang Tunggu Balai Pengobatan Di Kesiman Denpasar, Tahun 1971.

Perkembangan kesehatan masyarakat di Indonesia dimulai sejak pemerintahan Belanda  pada  abad  ke-16  yaitu  adanya  upaya  pemberantasan  penyakit  cacar  dan cholera yang  sangat  ditakuti  oleh  masyarakat.

Pada  tahun  1968  diterapkan  konsep puskesmas yang dilangsungkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Jakarta, yang membicarakan  tentang  upaya  mengorganisasi  sistem  pelayanan  kesehatan  di  tanah air, karena pelayanan kesehatan pada saat itu  dirasakan kurang menguntungkan dan dari  kegiatan-kegiatan seperti Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA), Balai Pengobatan (BP), Pemberantasan  Penyakit  Menular (P2M)  dan  sebagainya  masih berjalan sendiri-sendiri dan tidak saling berhubungan. 
Melalui Rakernas tersebut timbul gagasan untuk menyatukan semua pelayanan kesehatan tingkat pertama ke dalam suatu organisasi yang dipercaya dan diberi nama Pusat  Kesehatan  Masyarakat (Puskesmas). Pada tahun 1979 mulai dirintis pembangunan  di  daerah-daerah  tingkat  kelurahan  atau  desa,  untuk  mengkoordinasi kegiatan-kegiatan  yang  berada  di  suatu  kecamatan  maka  selanjutnya  disebut  sebagai puskesmas induk sedangkan yang lain disebut puskesmas pembantu.

  • 23 Maret 2019
  • Dibaca: 18 Pengunjung

Datang Kunjungi Denpasar Terkait Lainnya

Cari Datang Kunjungi Denpasar