Konferensi Denpasar Di Bali Hotel Denpasar, 18 Desember 1946.

  • 08 Juni 2019
  • Dibaca: 58 Pengunjung
Konferensi Denpasar Di Bali Hotel Denpasar, 18 Desember 1946.

Sejak lebih 60 tahun terakhir, ibu kota Pulau Bali ini sudah sering dan terus menerus dipilih sebagai tempat seminar, rapat, sidang, munas, kongres, dan sejenisnya, baik untuk tingkat nasional maupun internasional, baik yang diselenggarakan oleh partai politik maupun organisasi profesi.

Konferensi penting pertama yang berlangsung di Denpasar adalah Konferensi Denpasar. Konferensi yang diprakarsai oleh Belanda ini dilaksanakan pada tanggal 7-24 Desember 1946. Bali Hotel di Jalan Veteran merupakan tempat konferensi ini dilaksanakan. Itulah satu-satunya fasilitas memadai dan bertaraf internasional pada saat itu. Bali Hotel dibangun oleh Belanda pada tahun 1928 sebagai hotel mewah pertama di Pulau Dewata.

Konferensi Denpasar adalah lanjutan dari Konferensi Malino dan Konferensi Pangkal Pinang. Karena adanya perbedaan pendapat dan konflik politik antara Kalimantan Barat dan Selatan untuk bekerja di bawah satu unit pemerintahan, maka peserta konferensi Denpasar hanya terdiri atas perwakilan daerah-daerah Indonesia timur, ditambah perwakilan golongan minoritas (Belanda, Cina dan Timur Asing lain), total seluruh peserta adalah 70 orang.

Konferensi diawali dengan pertemuan tidak resmi sejak 7 Desember dipimpin oleh Komisaris Pemerintah untuk Kalimantan dan Timur Besar, Dr. W.Hoven. Pembukaan resmi dilakukan oleh Letnan Gubernur Jenderal Van Mook pada tanggal 18 Desember dan ditutup pada 24 Desember 1946.

Dalam waktu yang sangat cepat, konferensi menghasilkan dokumen yang membahas pembentukan Komisi Mahkota (perantara dengan Kerajaan Belanda), dewan perwakilan rakyat sementara (DPRS), pembagian kekuasaan, keuangan dan pendirian daerah otonomi, kepala negara bagian, kabinet dan menteri Negara Indonesia Timur. 
Terpilih sebagai Kepala Negara Indonesia Timur pertama pada tanggal 24 Desember 1946 adalah Cokorda Gde Raka Sukawati.

Beberapa peristiwa seputar konferensi ini adalah perang puputan oleh Letkol I Gusti Ngurah Rai di desa Marga dan Pembantaian Westerling di Makassar.

  • 08 Juni 2019
  • Dibaca: 58 Pengunjung

Datang Kunjungi Denpasar Terkait Lainnya

Cari Datang Kunjungi Denpasar