Sup Ikan Be Sanur Menyempurnakan Liburan Anda di Bali

  • 16 November 2019
  • Oleh: Berita Bali
  • Dibaca: 77 Pengunjung

Belum lengkap rasanya berwisata ke pulau Dewata, Bali jika tak mencicipi kuliner khas tradisionalnya.

Banyak yang ditawarkan, satu di antaranya sup kepala ikan.

Selain memiliki kandungan gizi yang sangat baik, sup kepala ikan juga memiliki sensasi kelezatan nan khas.

Di pulau Dewata, restoran terkenal yang menyajikan sup ikan khas Bali adalah warung Be Sanur di kawasan Renon, Denpasar.

Rumah makan terkenal yang menyajikan sup ikan khas Bali adalah warung Be Sanur di kawasan Jl Siligita, No 99 B di Nusa Dua. (Istimewa)

Usai sukses dan selalu dipadati pengunjung selama hampir 12 tahun, Be Sanur kini membuka cabang di Jl Siligita, No 99 B di Nusa Dua.

Apa rahasia dari cita rasa khas Sup ikan Be Sanur?

Putu Andika Angga Putra, selaku pemilik cabang Nusa Dua mengatakan, cita rasa yang khas datang dari bumbu rempah hasil olahan setempat.

Selain itu, kesegaran bahan yang digunakan menjadi kunci utama kelezatan. Bahan dasar sup ikan Be Sanur yang diolah diterima dari nelayan pada pagi hari.

Kesegaran ikan sangat dibutuhkan agar tidak mudah memunculkan bau amis saat dimasak, apalagi diolah menjadi makanan berkuah.

Sup ikan Be Sanur memiliki cita rasa yang khas. Dengan bumbu rempah hasil olahan penduduk setempat, kesegaran bahan yang digunakan menjadi kunci utama kelezatan.

"Kami menerima bahan (ikan) dari para nelayan yang sudah lama bekerjasama. Ikan yang digunakan biasanya adalah Bawal, Barakuda dan kakap merah. Tekstur dagingnya lebih padat dan tidak mudah hancur," ucap pria yang akrab disapa Andika.

Andika juga menceritakan, menu sup ikan Be Sanur termasuk kuliner jadul atau jaman dulu karena resep yang dimiliki sejak tahun 1930.

Sepintas, menu olahan di warung Be Sanur tampak sederhana disajikan bersama ikan goreng dan sambal, plus nasi putih. Sepaket pengunjung hanya mengeluarkan uang Rp 35 ribu.

Sup ikan Be Sanur memiliki cita rasa yang khas. Dengan bumbu rempah hasil olahan penduduk setempat, kesegaran bahan yang digunakan menjadi kunci utama kelezatan.

Namun, begitu mencicipi sup dengan bumbu genap khas Bali, kelezatannya seolah melekat di lidah. Meski berbahan dasar ikan, namun tak ada rasa amis sedikit pun. Gurih, pedas, manis dan sedikit rasa asam menjadi satu.

Sebagai pelengkap, Be Sanur juga memiliki sambal untuk menemani pengunjung menyantap menu ikan. Berbeda dengan sambal kebanyakan di Bali, sambal yang disajikan berwarna gelap lantaran campuran terasi.

Namun inilah yang membuat pengunjung ketagihan. Menikmati ikan goreng yang sudah diolesi sambal, lalu menyeruput sup kepala ikan, sensasinya sudah barang tentu luar biasa. Tentunya menambah selera makan pengunjung.

Meski bernama sup kepala ikan, tak selalu dalam semangkuknya hanya ada kepala ikan. Biasanya, sup kepala ikan Be Sanur disajikan bersama mentimun yang lembut.

Keunikan Be Sanur adalah di saat banyak warung makan berlomba-lomba menawarkan ragam menu, Andika tetap konsisten dengan menu utamanya.

Pengunjung yang datang ke Be Sanur.

"Menu adalah sebuah pilihan. Saya yakin ikan itu universal dan diterima berbagai kalangan, dari kelas atas sampai supir dan tukang ojek. Kami juga berprinsip, pengunjung yang datang ke Be Sanur sudah punya pilihan tanpa bingung mau makan apa saat disodorkan daftar menu," ungkap Andika.

Andika juga lebih suka menyebut rumah makan Be Sanur sebagai warung meski properti dan luasnya layak disebut sebagai restoran. Jika bisa diungkapkan, Be Sanur merupakan kemewahan dalam kesederhanaan.


  • 16 November 2019
  • Oleh: Berita Bali
  • Dibaca: 77 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya