Suja, Pergolakan Identitas Manusia Bali

  • 19 November 2019
  • Oleh: Berita Bali
  • Dibaca: 49 Pengunjung

Sebagai seniman yang lahir dan tumbuh dalam lingkup kebudayaan, I Wayan Suja terus mempertanyakan konstruksi identitas pada masyarakat di sekitarnya, yang sekaligus melekat pada dirinya.

Pertanyaan-pertanyaan itu muncul berkaitan dengan berbagai dinamika sosial yang terjadi di Bali saat ini.

Identitas seakan sudah melekat begitu saja dan diwariskan secara turun-temurun berdasarkan ikatan darah.

Berkaca dari hal itu, seniman I Wayan Suja bergelora melahirkan karya yang dipamerkan di Maya Gallery, Sanur,  Denpasar, Bali, dibuka Jumat, 15 November 2019.

Pameran tunggal ini sebuah pertanyaan-pertanyaan Suja terhadap identitas, terlebih lagi budaya Bali. 

Sebagai sebuah gerakan politik, tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap politik identitas mengacu pada persamaan latar belakang yang mengikat mereka ke dalam satu ikatan sosial.

Politik identitas sendiri, selain menjadi pemersatu bagi suatu kelompok masyarakat, ternyata juga menciptakan segregasi sosial yang semakin kentara batasnya.

Bahkan, kerap menjadi alasan bagi tindakan kekerasan oleh suatu kelompok terhadap kelompok masyarakat lainnya.

Dalam berbagai konteks sosial, Suja berujar, identitas tidak pernah bisa dimaknai secara tunggal hanya dengan berdasarkan pada satu aspek yang melatarinya, melainkan secara mutlak selalu bersifat majemuk dan multilayer.

Kerangka identitas tersebut tersusun dari berbagai lapisan yang nampak di permukaan maupun yang tak kasat mata.

Meskipun dalam beberapa kasus, klasifikasi identitas justru dipukul rata hanya berdasarkan pada kesadaran atas kesamaan etnis, kebudayaan, atau agama.

Tanpa melihat bahwa ada lapisan lain yang membentuk identitas tersebut, yang mengacu pada peristiwa ataupun pengalaman-pengalaman individu yang menjadi bagian dari kelompok masyarakat tersebut.

Bagi Suja, identitas dipahami sebagai sesuatu yang akan selalu bergerak dinamis mengikuti perkembangan zaman dan konteks sosial yang terjadi.

Karena itulah, pada karya-karyanya yang terdahulu, Suja dengan berani melepaskan figur-figur lukisannya dari berbagai atribut tradisi yang melekat pada masyarakat Bali, lalu menggantinya dengan berbagai produk yang melambangkan spirit modernitas.

Padahal, jika kita kaji lebih mendalam, kondisi ini tidak tercipta begitu saja, melainkan hasil konstruksi politik di masa lalu.

Jejaknya tentu bisa dirunut hingga masa kolonial, pasca berakhirnya perang Puputan Klungkung dan dimulainya pendudukan Hindia Belanda atas Bali.

Sejak itulah proses pembentukan identitas masyarakat Bali “baru” menjadi proyek yang dijalankan melalui kebijakan politik etis Baliseering.

Upaya merekonstruksi identitas masyarakat Bali pada masa itu erat kaitannya dengan kepentingan politik pemerintah Hindia Belanda, selain untuk mendepolitisasi gerakan masyarakat, juga menjadi upaya untuk memperbaiki citra Belanda di mata dunia.

pada seri karya terbarunya, kurator pameran Dewi S Wibowo dalam kurasinya pada pameran Re-Imaging Identity ini, mengungkapkan Suja menghadirkan transformasi pada gagasan dan kekaryaannya secara hampir menyeluruh.

Medium cat minyak yang dulu dominan pada karyanya, kini berganti dengan cat akrilik.

Perubahan medium ini sekaligus menuntut perubahan teknis pengerjaan karyanya, sekaligus pada efek yang dihasilkan dari karakter medium yang berbeda.

Namun, secara sadar hal tersebut dikontekstualisasikan oleh Suja ke dalam konsep kekaryaannya kini.

Jika pada lukisannya terdahulu, figur-figur ditampilkan dengan sapuan kuas yang halus, kini lukisannya justru lebih banyak menampilkan goresan-goresan palet yang tebal dan cenderung kasar.

Visual tersebut dapat kita maknai sebagai cara pandang Suja saat ini terhadap identitas ke'Bali'an yang terkonstruksi pada masyarakat di sekitarnya, sekaligus melekat pada dirinya.

Melalui lukisan-lukisan Suja, kita diajak kembali untuk meresapi bahwa apa yang nampak indah di permukaannya, tidak selalu sama di baliknya.


  • 19 November 2019
  • Oleh: Berita Bali
  • Dibaca: 49 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya