Titik Lengah Berakibat Fatal, Kasus Covid 19 Di Denpasar Kembali Melonjak Tajam Sebanyak 133 Orang, Kasus Sembuh Bertambah 57 Orang dan 2 Pasien Meninggal Dunia

  • 12 Januari 2021
  • Oleh: Kominfo Denpasar
  • Dibaca: 69 Pengunjung

Untuk kali kedua Kota Denpasar mencatatkan penambahan kasus positif yang meningkat drastis. Dimana, peningkatan ini pun menjadi rekor penambahan kasus tertinggi sejak awal mewabahnya Covid-19 di Kota Denpasar.

 

"Hari ini Kota Denpasar mencatatkan penambahan kasus covid-19 yang meningkat drastis di angka 133 orang, selama 2 hari berturut penambahan di atas 100 orang, ini diluar rata-rata tahun 2020 lalu, kondisi ini harus menjadi perhatian serius bagi kita semua," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, saat menyampaikan perkembangan kasus Covid-19 Kota Denpasar pada Selasa (12/1).

 

Dikatakan Dewa Rai bahwa perkembangan kasus harian di Kota Denpasar pada Selasa (12/1) tercatat sebanyak 133 orang dinyatakan positif Covid-19, sebanyak 57 orang dinyatakan sembuh dan 2 orang pasien dinyatakan meninggal dunia. Terkait kasus meninggal dunia, pasien diketahui seorang laki-laki usia 55 tahun dengan status domisili di Desa Sidakarya. Pasien dinyatakan positif Covid-19 pada 2 Januari 2021 dan dinyatakan meninggal dunia pada 12 Januari 2021. Serta pasien meninggal kedua diketahui berjenis kelamin perempuan usia 52 tahun dengan status domisili di Desa Dangin Puri Kaja. Pasien dinyatakan positif Covid-19 pada 11 Januari 2021 dan dinyatakan meninggal dunia pada 12 Januari 2021

 

"Jangan lengah, titik-titik lengah telah menyebabkan tingkat kasus Covid-19 di Denpasar meningkat drastis, tanpa di sadari peningkatan ini jauh berbahaya dari rata-rata angka Covid-19 pada tahun 2020 lalu," ujarnya

 

Lebih lanjut Dewa Rai mengatakan bahwa berbagai upaya  terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona resiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian. Karenanya bagi desa/kelurahan yang mengalami lonjakan kasus akan mendapat perhatian serius Satgas Covid-19 Kota Denpasar lewat pendampingan yang dikoordinir oleh Camat. Hal ini dilaksanakan dengan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan menggunakan mobil calling atau door to door, serta melaksanakan penyemprotan disinfektan wilayah secara terpadu.

 

Dalam kesempatan tersebut Dewa Rai juga mengajak  masyarakat untuk mengurangi mobilitas, sementara menunda pulang kampung dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Hal ini mengingat tren peningakatan kasus yang diiringi dengan menurunya angka kesembuhan akan berpengaruh pada ketersediaan ruang isolasi dan perawatan.

 

"Mohon kepada masyarakat untuk mengurangi mobilitas, hindari pulang kampung dan melakukan prokes secara ketat, hal ini mengingat angka kesembuhan menurun, tingkat hunian isolasi dan ICU yang terus meningkat berpengaruh kepada kesediaan ruang rawat," jelasnya

 

Terkait upaya menekan angka kematian akibat Covid-19, Dewa Rai mengatakan bahwa Satgas mengimbau kepada masyarakat yang memiliki penyakit bawaan atau yang berada pada usia rentan untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan. 

 

Berdasarkan data, secara komulatif kasus positif tercatat 5.442 kasus,  angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Denpasar mencapai angka 4.836 orang  (88,86 persen), meninggal dunia sebanyak 117 orang (2,15 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan sebanyak  489 orang (8,99 persen).

 

Melihat perkembangan kasus ini Dewa Rai kembali mengingatkan agar semua pihak ikut berpartisipasi untuk mencegah penularan covid 19 tidak semakin meluas. 

 

"Hindari kerumunan, selalu gunakan masker dan sesering mungkin mencuci tangan setelah melakukan aktivitas, selain itu mari bersama terapkan 3 M (menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan)," kata Dewa Rai. (HumasDps)


  • 12 Januari 2021
  • Oleh: Kominfo Denpasar
  • Dibaca: 69 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya