Gelar Pameran Lukisan Cat Air 'Menembus Rasa'

  • 16 November 2019
  • Oleh: Denpasar Kota
  • Dibaca: 104 Pengunjung

Dua pelukis Bali yakni Made Mahendra Mangku dan Nur Ilham menggelar pameran cat air bertema "Menembus Rasa".Pameran ini digelar di Santrian Art Gallery, Sanur, Denpasar dan berlangsung dari tanggal 8 November hingga 31 Desember 2019.


Lapis demi lapis cat bercampur air meresap secara transparan di lembar kertas khusus, secara perlahan membentuk diorama komposisi warna atau mewujud secara realistik.

Warna-warna dan cerah cat air meresap pada pori-pori kertas khusus yang memiliki ketahanan dalam menyerap air secara maksimal.

Seni lukis Cat Air atau Watercolor berada pada posisi unik dalam perkembangan media seni lukis yang didominasi dengan Cat Minyak (Oil paint).

Nur Ilham dalam berkarya mampu melahirkan berbagai representasi yang mencapai hiperrealis.

Karyanya menghadirkan objek-objek biasa yang ditemukannya dalam keseharian, namun cara menghadirkan objek-objek tersebut sangat tidak biasa.

Ilham berpandangan bahwa baginya tidak ada benda mati, ia melihat benda-benda tersebut hidup sebagaimana layaknya manusia.

“Benda-benda ini mampu bicara walaupun tanpa suara. Saya mencoba memberikan kesadaran bahwa keindahan tidak hanya datang dari objek-objek yang terlihat indah", tutur Ilham.

Sementara itu, pelukis Made Mahendra Mangku, melakukan berbagai kemungkinan ekpresi spontan yang begitu kaya akan efek-efek warna.

Mulai dari goresan warna dari brushstrokes, lelehan dan cipratan warna, hingga endapan warna yang timbul dari efek air.

Pelukis yang setia mengeksplorasi aspek formal dalam estetika seni abstrak ini, telah mencoba bereksplorasi pada berbagai media seni lukis.

Cat air merupakan salah satu media yang ia tekuni hingga kini, karena menurutnya media tersebut selalu memberikan tantangan berbeda di saat berkarya.

Karakter cat air yang transparan, dengan kertas yang langsung menyerap warna tercampur air, membuat proses berkarya penuh dengan spontanitas.

Menurut Mangku, metode itu berupa penyelarasan antara ide atau pikiran, tangan dan rasa.

“Saat semua aspek tersebut dapat selaras, sedari awal proses berkarya dimulai saya sudah dapat merasakan bahwa karya yang dibuat pasti akan mencapai harmoni. Begitu pula sebaliknya, ketika dalam proses berkarya ketiga aspek tersebut tidak dapat selaras, karya tidak akan mencapai harmoni sesuai yang diharapkan,” kata Mangku.


  • 16 November 2019
  • Oleh: Denpasar Kota
  • Dibaca: 104 Pengunjung

Datang & Kunjungi Terkait Lainnya