Pemkot Denpasar Libatkan 40 Bidan Dalam Pelatihan Antenatal Care Terpadu

  • 12 Juli 2017
  • Oleh: kominfo
  • Dibaca: 555 Pengunjung
Pemkot Denpasar Libatkan 40 Bidan Dalam Pelatihan Antenatal Care Terpadu

Meningkatkan kemampuan Bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, Pemkopt Denpasar memfasilitasi 40 bidan dalam pelatihan Antenatal Care (ANC) Terpadu. Melalui Dinas Kesehatan pelaksanaan pelatihan ANC Terpadu dari tanggal 11 hingga 13 Juli 2017 di Ruang Pertemuan Kantor Dinas Kesehatan Kota Denpasar.

Menurut Kadis Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini mengatakan ANC merupakan salah satu program kunci dalam penapisan pelayanan KIA yang dimulai saat hamil sampai pada pasca nifas. Pelayanan tersebut sangat penting bagi ibu hamil yang bertujuan untuk mencegah terjadinya komplikasi pada masa kehamilan dan pasca persalinan. Pelayanan kunjungan pertama ANC (K1) sampai kunjungan lengkap ANC (K4) menjadi strategi kunci provider pelayanan kesehatan dalam upaya menurunkan angka missed opportunities ibu hamil yang dapat berimplikasi pada kualitas pelayanan ibu maternal dan bayi.

Pelatihan ANC Terpandu  begitu penting sehingga mendatangkan enam narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan POGI diantaranya, dr Kadek Iwan Darmawan, MPH, Ni Wayan Putri Mariani, SST,M.Kes , Dr.dr AA Ngurah Jayakusuma, SpOG (K), MARS, Luh Putu Musnitarini, SKM.MPH, Ni Ketut Sri Muliari, SST dan I Wayan Wiratma, SKM.

Salah Satu Narasumber Dr.dr AA Ngurah Jayakusuma, SpOG (K), MARS mengatakan, semua bidan harus ikut Pelatihan Antenatal Care ini, agar tidak terjadi komplikasi pada masa kehamilan  dan pascapersalinan hingga aman. Jika ditemukan komplikasi agar bisa mengatasi. Program ini merupakan program pemerintah dan sudah ada di Puskesmas dan rumah sakit, namun pemeriksaanya belum fokus karena sifatnya masih global. Sehingga banyak terjadi kematian pada ibu yang disebabkan oleh hal-hal terstentu seperti  ipertensi. Dengan demikian panduan secara detail pada ANC terpadu harus dilakukan pemerintah mulai sekarang.

Sekarang Bidan, dr umum dan dr spesialis harus ada persamaan persepsi. "Adanya persamaan persepsi ini saya sangat setuju. Maka dari itu saya minta Kepala Dinas Kesehatan untuk mempasilitasi  pertemuan supaya ada persamaan suatu konsep,'' ujarnya. Mengingat kebanyak kematian ibu terjadi di rumah sakit, bukan dibidan. Hal itu disebabkan karena setelah komplikasi dibawa kerumah sakit. (Ayu)

  • 12 Juli 2017
  • Oleh: kominfo
  • Dibaca: 555 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Berita Lainnya