Sanur Village Festival Ke-XII Dibuka Menpar Arief Yahya Sebut Sanur Model Terbaik Community Based Tourism

  • 10 Agustus 2017
  • Oleh: admin 3
  • Dibaca: 1124 Pengunjung
Sanur Village Festival Ke-XII Dibuka  Menpar Arief Yahya Sebut Sanur Model Terbaik Community Based Tourism

Denpasar,

Sanur Village Festival (SVF) tahun ini memasuki pelaksanaan event ke-XII yang dibuka secara resmi Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya didampingi Wakil Walikota Denpasar, I.G.N Jaya Negara dan Ketua SVF, I.B Gede Sidharta Putra, Kamis malam (9/8)  di Maisonettee Area, Sanur. Pembukaan ditandai dengan pengacungan keris yang juga tampak dihadiri Kapolda Bali, Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose, Ny. Bintang Puspayoga, Staf Khusus Menteri UMKM, Hermawan Kertajaya, Ketua PHRI Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Wakil Ketua DPRD Denpasar, I Wayan Mariana Wandira, Budayawan, serta tokoh masyarakat dan instansi terkait lainnya.

Menpar Arief Yahya mengucapkan selamat atas terselenggaranya SVF ke-XII dan menyebut Sanur sebagai model terbaik daricommunity based tourism. “Bahkan kami sering mengirim para pemangku kepentingan pariwisata untuk belajar tentang bagimana membangun pariwisata berbasis komunitas, dan Sanur lah model yang terbaik,” kata Menpar Arief Yahya. Selain itu, pihaknya juga mengapresiasi Bali karena telah terpilih oleh Trip Advisor sebagai destinasi pariwisata terbaik dunia, dan mengalahkan London yang menempati posisi kedua dan Paris diposisi ketiga. Selain itu, Bali merupakan destinasi pariwisata dengan pertumbuhan tertinggi di Indonesia bahkan di ASEAN dengan pertumbuhan pariwisata yang mencapai 23 persen.

Wakil Walikota I GN Jaya Negara mengatakan, konsistensi masyarakat Sanur untuk melaksanakan SVF sebagai event tahunan patut diapresiasi dan dicontoh dalam pengembangan pariwisata yang bertumpu pada pemberdayaan masyarakat. Hal semacam ini sangat diperlukan sebagai strategi untuk mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan, sekaligus sebagai faktor pendorong ekonomi berbasis kreativitas dan kearifan lokal di kawasan pariwisata Sanur. Dengan mengangkat tema Bhineka Tunggal Ika dirasa sangat tepat, karena melihat situasi kekinian yang tengah dihadapi bangsa kita. “Melalui kegiatan SVF ini kita berupaya menggemakan kembali hakekat atau makna dibalik semboyan Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila tentunya. Dan kita seharusnya menyadari bahwa dibalik keberagaman dan kemajumukan bangsa kita, bersemayam nilai-nilai perekat kebangsaan,” kata Jaya Negara. Pihaknya berkeyakinan bahwa seni dan budaya merupakan hasil cipta, rasa, dan karsa manusia yang dilandasi rasa pengabdian. Melalui SVF ini dapat mengumandangkan keharmonisan dan keindahann dalam bahasa yang universal yakni bahasa cinta kasih dan damai. “Semoga dari kawasan Sanur yang dikenal sebagai mornning of the world, akan dapat memancarkan kebahagiaan dan kedamaian ke seluruh penjuru dunia,” pungkasnya.

Sementara, Ketua SVF, I.B Gede Sidharta mengatakan, kegiatan tahunan ini merupakan kegiatan yang spesial baginya, karena ada pihak swasta yang menggandeng sehingga event ini bernama BritAma Sanur Village Festival dan event ini memasuki tahun yang ke XII. “Event ini diselenggarakan tujuannya tidak lain adalah untuk mempromosikan kepariwisataan Sanur, dimana kita berajak dari tagedi bom Bali. Dan kami ingin tetap ada eksistensi bahwa Sanur tetap melakukan usahanya dalam membangkitkan kepariwisataan,” kata Gus De. Selain itu, event ini merupakan media yang ditunggu-tunggu bagi mereka para kreatif talenta, artis maupun seniman. Dan dari SVF ini menurut Gus De, ada sekitar 20 program yang dilaksanakan, seperti internasional kite festival, photografi, jukung dan lain sebaginya.

  • 10 Agustus 2017
  • Oleh: admin 3
  • Dibaca: 1124 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Berita Lainnya