Mendag Republik Indonesia Apresiasi Program Rai Mantra Merevitalisasi Pasar Tradisional

  • 06 Oktober 2017
  • Oleh: admin 3
  • Dibaca: 1150 Pengunjung
Mendag Republik Indonesia Apresiasi Program Rai Mantra Merevitalisasi Pasar Tradisional

Proyek pembangunan fisik Pasar Badung di Kota Denpasar mendapatkan kunjungan dari Menteri Perdagangan (Mendag) RI Enggartiasto Lukita, Jumat (6/10). Kunjungan Mendag disambut langsung Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Sekda Kota Denpasar A.AN Rai Iswara, Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede dan Pimpinan OPD Pemkot Denpasar. Kehadiran Mendag Enggartiasto Lukita juga meninjau program revitalisasi Pasar Nyanggelan Panjer yang dibangun pada Tahun 2013 lewat dana Tugas Pembantuan (TP) APBN Kementerian Perdagangan dan APBD Pemkot Denpasar.

Mandatangi Pasar Badung, Mendag RI Enggartiasto Lukita meninjau langsung progres pembangunan fisik pasar terbesar di Bali ini yang saat ini telah mencapai 19 persen. Mendag Enggartiasto Lukita siap mengawal pembangunan fisik Pasar Badung serta memberikan apresiasi program revitalisasi pasar tradisional yang dilakukan Walikota Rai Mantra. ‘’Dari pembahasan dengan Pak Walikota Rai Mantra yang akan saya ikuti terus perkembangan revitalisasi Pasar Tradisional di Kota Denpasar. Masyarakat bersyukur mempunyai walikota seperti Rai Mantra yang peduli dengan rakyatnya, karena tidak banyak karakter pemimpin peduli dengan ekonomi kerakyatan,’’ ujar Enggartiasto Lukita.

Lebih lanjut Mendag Enggartiasto Lukita mengatakan Denpasar denyut nadi pusat perekonomian dengan pembangunan Pasar Badung sebagai pasar rakyat menjadi perhatian khusus Presiden RI Joko Widodo. Mengingat kehadiran ritel modern di Indonesia lebih dari 32 ribu otlet membuat persaingan yang tidak sehat dengan warung dan pasar tradisional. Hal ini menjadikan perhatian khusus kepada prasar tradisional baik fisik maupun non fisik seperti yang telah dilakukan Walikota Rai Mantra yang merevitalisasi pasar tradisional. ‘’Pasar tradisional di Kota Denpasar kita jadikan percontohan ditingkat nasional dengan program dan perhatian Walikota Rai Mantra yang tak terlepas dari pasar rakyat sebagai ekonomi kerakyatan,’’ ujarnya sembari mengatakan akan mengawal program revitalisasi pasar di Denpasar yang memberikan manfaat kepada masyarakat.

Sementara Walikota Rai Mantra mengatakan pembangunan Pasar Nyanggelan Panjer mendapat dana TP APBN Kementerian Perdagangan sebesar Rp. 5 miliar yang saat ini terus mengalami kenaikan omset mencapai Rp. 6 miliar lebih. Terkait dengan Pasar Badung sebelumnya mengalamai kebakaran pada 27 Februari 2016 lalu dengan kerugian mencapai Rp. 66 miliar. Sebagai pasar rakyat yang beroperasi selama 24 jam dan sebagai jantung ekonomi masyarakat dengan jumlah pedagang sebanyak 1.698 pedagang terdiri dari 311 kios pedagang, 1.387 los pedagang. Capaian omset Pasar Badung pagi sebelum terbakar mencapai Rp. 7 Milyar lebih perharinya sedangkan Pasar Badung malam mencapai Rp. 1 Milyar lebih per hari.  Saat ini pembangunan Pasar Badung tahap I dimulai pada 26 Juli sampai dengan 22 Desember dengan bantuan TP APBN Kementerian Perdagangan sebesar Rp. 75 miliar dan dana pendampingan dari APBD Denpasar sebesar Rp. 15 miliar lebih. Untuk pembangunan tahap kedua akan dilanjutkan Tahun 2018 melalui APBD Denpasar dengan proses lelang pada Bulan Nopember 2017. ‘’Kali ini menjadi kendala terkait dengan proses hibah memakan waktu cukup lama, maka proses pembangunan selanjutnya akan terhambat, apabila bapak menteri berkenan untuk melanjutkan pembangunan tahap II melalui Dana TP Tahun 2018 sehingga pembangunan dapat langsung dilaksankan,’’ ujarnya. (Pur/humas)

  • 06 Oktober 2017
  • Oleh: admin 3
  • Dibaca: 1150 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Berita Lainnya