Gandeng Steakholder Pariwisata, Pemkot Denpasar Finalisasi SOP Mitigasi Bencana

  • 04 Januari 2018
  • Oleh: kominfo
  • Dibaca: 131 Pengunjung
Gandeng Steakholder Pariwisata, Pemkot Denpasar Finalisasi SOP Mitigasi Bencana

Kondisi Gunung Agung yang hingga kini masih menyandang status level IV (Awas) mempengaruhi berbagai sektor, tak terkecuali pariwisata. Karenanya, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pariwisata Kota Denpasar serta pelaku pariwisata (Steakholder) mengupayakan berbagai cara untuk menjamin keberadaan wisatawan di Denpasar. Salah satunya  dengan membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) Mitigasi Bencana ketika adanya kemungkinan penutupan Bandara Ngurah Rai, Denpasar akibat aktivitas vulkanik Gunung Agung. Hal tersebut diungkapkan Kadis Pariwisata Kota Denpasar, M A Dezire Mulyani ketika diwawancarai di kantornya, Kamis (4/1).

Lebih lanjut Dezire mengatakan, saat ini pihaknya bersama Bali Tourism Hospitality (BTH) tengah melakukan finalisasi terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) Mitigasi Bencana seandainya terjadi penutupan Bandara Ngurah Rai akibat aktivitas vulkanik Gunung Agung. BTH sendiri merupakan perkumpulan pelaku (Steakholder) Pariwisata, Kementrian Pariwisata, Pemerintah Kabupaten/Kota dan instansi terkait guna meminimalisir dampak yang ditimbulkan akibat peningkatan aktivitas Gunung Agung khususnya di sektor pariwisata.

 "Saat ini SOP Mitigasi Bencana tentang penanganan wisatawan jika terjadi penutupan Bandara Ngurah Rai akibat adanya aktivitas Gunung Agung kini sedang di finalisasi dan SOP tersebut telah dilakukan simulasi beberapa waktu lalu, saat ini hanya menunggu untuk ditetapkan saja," kata Dezire

Dikatakan Dezire, Dinas Pariwisata Kota Denpasar yang bekerjasama dengan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Denpasar telah menandatangani MOU sehingga wisatawan yang berada di Kota Denpasar saat bandara ditutup tetap mendapatkan pelayanan yang maksimal. "Seperti halnya memberikan fasilitas penginapan selama satu malam secara gratis dan memberikan harga terendah yang berlaku ketika wisatawan hendak memperpanjang kunjunganya di Bali saat bandara di tutup," jelasnya

Selain penginapan, Pemkot Denpasar yang bekerjasama dengan Perkumpulan Angkutan Wisatawan Bali (PAWIBA) turut menyediakan layanan transportasi secara gratis menuju Bandara terdekat. Seperti Bandara Internasional Lombok di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Bandara Banyuwangi di Jawa Timur, Bandara Juanda di Jawa Timur dan Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta. "Nantinya, untuk menuju bandara di luar Bali, wisatawan akan dikumpulkan di Hotel Inna Grand Bali Beach untuk selanjutnya bersama-sama menuju Bandara terdekat yang dituju," ungkapnya

Desire menambahkan, saat ini zona bahaya Gunung Agung hanya berada di radius 8 Km hingga 10 Km sektoral. Sehingga Kota Denpasar masih tergolong aman bagi wisatawan untuk berwisata. "Jadi wisatawan yang berada di Kota Denpasar tidak perlu panik jika terjadi kemungkinan terburuk terhadap aktivitas Gunung Agung, dan Pemkot Denpasar sudah siap terhadap kemungkinan terburuk serta tetap memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan" pungkasnya. (Ags)

  • 04 Januari 2018
  • Oleh: kominfo
  • Dibaca: 131 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Berita Lainnya