Sejarah Kuliner Jepang Takoyaki

  • 12 September 2017
  • Oleh: admin 3
  • Dibaca: 1364 Pengunjung
Sejarah Kuliner Jepang Takoyaki
Sejarah awal takoyaki dimulai sejak zaman Taishō (salah satu nama zaman pemerintahan Kaisar Jepang sewaktu Kaisar Taishō (Yoshihito) memerintah Jepang, zaman ini berlangsung sesudah zaman Meiji dan sebelum zaman Shōwa, lebih tepatnya sejak 30 Juli 1912–25 Desember 1926).

Pada saat itu kita baru bisa menemukan makanan yang namanya  Choboyaki,  Choboyaki adalah makanan yang dibuat dengan tepung terigu lalu diisi dengan konnyaku yang merupakan awal dari takoyaki. Konnyaku adalah tumbuhan tahunan yang tumbuh dari umbi besar yang berdiameter 25 cm. Umbi ini adalah modifikasi dari sebuah batang. Daunnya berukuran 1,3 m dari pangkal, bentuknya menyirip, dan dibagi menjadi beberapa bentuk yang lebar (kalo temen temen suka nonton Doraemon pasti tau bentuk dari Konnyaku, ada salah satu alat yang make Konnyaku, alat tersebut adalah Konnyaku penterjemah xD).

Setelah itu Choboyaki berevolusi menjadi Rajioyaki. Rajioyaki adalah evolusi dari Choboyaki yang dibuat dengan isi urat sapi atau bahan bahan lainnya (kaya bakso kalo gitu -_-"). Makanan ini dinamakan Rajioyaki karena bentuknya mirip dengan tombol yang ada di radio pada saat itu. Pada tahun 1933, ada sebuah kios yang bernama Aizuya menjual Nikuyaki. Nikuyaki merupakan evolusi dari Rajioyaki, bedanya dengan Rajioyaki ada pada isinya, kalau isinya Rajioyaki itu urat sapi sedangkan Nikuyaki isi/campurannya adalah daging sapi. Pada tahun 1935, Aizuya kembali membuat trobosan baru. Dengan mengambil ide dari Akashiyaki, Aizuya mulai memasukan gurita dan juga telur ke dalam rajioyaki dan menyebut nama makanan itu dengan nama Takoyaki.

  • 12 September 2017
  • Oleh: admin 3
  • Dibaca: 1364 Pengunjung

Artikel Terkait Lainnya

Berita Lainnya